Tentang Kami

Muhammadiyah Senior Care

Berdasarkan Undang-undang Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia, lanjut usia didefinisikan sebagai orang yang berusia 60 (enam puluh) tahun ke atas. Data proyeksi penduduk menunjukkan bahwa jumlah penduduk Lanjut Usia (Lansia) di Indonesia mengalami peningkatan yang cukup signifikan dalam beberapa dekade terakhir. Pada tahun 1980, jumlah penduduk lanjut usia di Indonesia mencapai angka 7,99 juta jiwa. Jumlah tersebut meningkat menjadi 11,28 juta jiwa, 14,44 juta jiwa dan 18,04 juta jiwa pada tahun 1990, 2000 dan 2010. Pada tahun 2020, 2025, 2030 dan 2035, jumlah lanjut usia di Indonesia masing-masing diprediksi terus meningkat mencapai angka 27,08 juta jiwa, 33,69 juta jiwa, 40,95 juta jiwa dan 48,19 juta jiwa. Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, memetakan ga permasalahan Lansia. Pertama, masalah kesehatan.

Menurunnya kemampuan fisik dan mental. Hal ini berdampak pada kebutuhan pelayanan kesehatan meningkat (penyakit degeneraf). Sekitar 4,8% Lansia miskin menyandang disabilitas. Jenis disabilitas terbesar adalah tuna rungu, tuna netra dan tuna daksa. Kedua, masalah ekonomi. Menurunnya produkvitas kerja serta keterbatasan akses kesempatan, dak memiliki jaminan sosial. Kemiskinan menjadi ancaman kesejahteraan terbesar bagi lansia sebab pendapatan rendah, kesehatan dan gizi buruk, kurangnya akses terhadap pelayanan dasar, dan dak ada pensiun,. Kega, masalah sosial, diakibatkan implikasi dari perubahan pola kehidupan, sistem kekeluargaan, nilai sosial ketelantaran, korban ndak kekerasan, social exclusion. Selain hal tersebut, kemiskinan anak atau keluarganya sering menyebabkan lansia terlantar (hps://kemenkopmk.go.id/arkel/peningkatan-jumlah-lansia-bisa-jadi-beban-negara)

 

Berdasarkan data Badan Pusat Stask (BPS) 2017, terdapat 23,4 juta (8,97% dari jumlah penduduk Indonesia) terdiri dari 47,48% Lansia laki-laki dan 52,52% Lansia perempuan, yang tersebar sebanyak 49,64% di perkotaan dan 50,36% di perdesaan. Lansia Indonesia didominasi oleh kelompok umur 60-69 tahun (Lansia muda) yang prosentasenya mencapai 5,65% dari penduduk Indonesia, sisanya diisi oleh kelompok umur 70-79 tahun (Lansia madya) dan 80+ (Lansia tua). Tingginya angka jumlah Lansia, ternyata memiliki probelamaka sosial yang cukup rumit. Pusat Data Informasi Kesejahteraan Sosial Kementerian Sosial mencatat, Lansia terlantar tahun 2007 berjumlah 2 juta jiwa, naik menjadi 2,3 juta jiwa tahun 2011. Penyebabnya adalah kemiskinan dan keadaan daya dukung, terlantar karena miskin tanpa keluarga atau memiliki keluarga tetapi tak mampu memberikan perawatan.

 

Keadaan tersebut mengakibatkan Lansia dak mendapat kasih sayang, kekurangan gizi, bahkan sakit-sakitan (kompas.com). Masih dalam konteks problemaka sosial Lansia, data Stask Lansia BPS tahun 2017, memberikan gambaran bahwa sebesar 40,50% 5 BAB 1 PENDAHULUAN PEDOMAN MUHAMMADIYAH SENIOR CARE Lansia tergolong sebagai vulnerable employment, yaitu Lansia dengan status bekerja sebagai pekerja keluarga/dak dibayar dan berusaha sendiri. Lansia yang tergolong dalam jenis pekerjaan ini lebih rentan terhadap siklus ekonomi yang memburuk. Besarnya prosentase Lansia bekerja dak didukung dengan upah yang memadai, sebesar 51,14% Lansia memperoleh pendapatan kurang dari Rp 1.000.000,- per bulan. Selain dari segi upah, jam kerja Lansia pun memprihankan. Satu dari empat Lansia bekerja melebihi jam kerja normal, yaitu 48 jam. Berdasarkan data tersebut di atas, Muhammadiyah mencoba melakukan ikhar untuk mengurangi problemaka sosial Lansia melalui pendekatan pelayanan di luar pan yang dikemas dengan islah Muhammadiyah Senior Care.

 

Ikhar ini dilakukan dalam rangka mewujudkan salah satu pilar gerakan Muhammadiyah yakni gerakan pelayanan sosial selain gerakan pelayanan pendidikan dan kesehatan. Nomenklatur Muhammadiyah Senior Care di pilih berdasarkan permbangan amanat Sidang Tanwir Muhammadiyah di Ambon tahun 2017 yang memberikan mandat kepada Majelis Pelayanan Sosial untuk mengembangkan program unggulan, pelayanan terhadap Lansia dengan pendekatan di luar panti.

id_IDIndonesian
en_USEnglish id_IDIndonesian